270 Anak di Bone Masuk Sekolah Rakyat, Pendamping PKH Turut Kawal Prosesnya

Sosial 18 Sep 2026 19:08 3 min read 142 views By Abdi Khairil
270 Anak di Bone Masuk Sekolah Rakyat, Pendamping PKH Turut Kawal Prosesnya
PENDAMPING PKH KAB. BONE Dari pendampingan di rumah, menuju kesempatan pendidikan dan masa depan yang lebih baik.

BONE — Sebanyak 270 anak di Kabupaten Bone resmi diterima sebagai siswa Sekolah Rakyat. Kesempatan tersebut menjadi jalan bagi anak-anak dari keluarga sasaran program perlindungan sosial untuk kembali atau melanjutkan pendidikan.

Dalam prosesnya, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) turut berperan melakukan penjangkauan keluarga, sosialisasi kepada orang tua, hingga membantu proses pendaftaran dan pemberkasan calon siswa.

Ketua Tim Pendamping PKH Kabupaten Bone, Sudasman, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari proses penjangkauan yang dilakukan para pendamping di lapangan.

Menurutnya, pendamping mendatangi keluarga yang memiliki anak usia sekolah, termasuk anak yang tidak melanjutkan pendidikan atau menghadapi risiko putus sekolah.

“Kami mendatangi langsung keluarga yang memiliki anak usia sekolah SD, SMP dan SMA yang putus sekolah atau terancam putus sekolah. Banyak orang tua yang awalnya ragu karena jarak dan tidak tega anaknya berasrama. Tugas kamilah meyakinkan bahwa Sekolah Rakyat adalah masa depan anak-anak mereka,” ujar Sudasman.

Pendamping Menjangkau Keluarga hingga Mengawal Pendaftaran

Peran pendamping tidak berhenti pada penyampaian informasi. Di lapangan, pendamping melakukan komunikasi dengan keluarga dan membantu calon siswa mengikuti tahapan yang diperlukan hingga proses pendaftaran dan pemberkasan.

Bagi sebagian orang tua, keputusan memasukkan anak ke sekolah berasrama bukan perkara sederhana. Kekhawatiran meninggalkan anak jauh dari rumah menjadi salah satu hal yang harus dipertimbangkan.

Karena itu, pendekatan kepada keluarga menjadi bagian penting dalam proses penjangkauan.
Sudasman mengatakan calon siswa yang diterima merupakan anak-anak yang telah melalui proses seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Mereka mendapatkan kesempatan mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat dengan berbagai fasilitas pendidikan dan kebutuhan siswa yang disediakan pemerintah sesuai ketentuan program.

Pendidikan Menjadi Jalan Memutus Kemiskinan Antar Generasi

Bagi keluarga kurang mampu, kesempatan memperoleh pendidikan dapat menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan anak.

Salah seorang orang tua penerima manfaat mengaku bersyukur anaknya kini memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan melalui Sekolah Rakyat.

“Terima kasih untuk pendamping PKH yang tidak bosan-bosannya datang ke rumah. Kalau bukan karena pendamping, anak saya mungkin tidak bisa lanjut sekolah lagi. Sekarang bisa masuk Sekolah Rakyat, saya sangat bangga,” ungkapnya.

Kisah tersebut menggambarkan bahwa akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu bukan hanya persoalan sekolah, tetapi juga menyangkut harapan keluarga terhadap masa depan anak.

Dalam perspektif perlindungan sosial, intervensi pendidikan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membuka peluang agar kemiskinan tidak terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Sudasman mengatakan keterlibatan pendamping PKH dalam proses tersebut merupakan bagian dari pendampingan kepada keluarga.

“Ini adalah wujud nyata dari slogan PKH, yaitu dari keluarga untuk keluarga. Ketika anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa sekolah tinggi, mereka kelak yang akan mengangkat derajat keluarganya,” katanya.

Dengan diterimanya 270 anak sebagai siswa Sekolah Rakyat, kesempatan pendidikan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan potensi, membangun cita-cita, dan memperoleh masa depan yang lebih baik.

Kolaborasi antara keluarga, pendamping PKH, pemerintah daerah, dan Kementerian Sosial menjadi bagian penting dalam memastikan anak-anak dari keluarga yang membutuhkan tetap memperoleh akses terhadap pendidikan.