Lima Kali ke Pusat, Bupati Bone Perjuangkan Sekolah Rakyat untuk Anak Keluarga Kurang Mampu
BONE — Kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bone menjadi harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak dan kesempatan membangun masa depan.
Di balik hadirnya Sekolah Rakyat di Bone, terdapat perjuangan pemerintah daerah dalam mendorong program tersebut hadir di Kabupaten Bone.
Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman S.Sos., M.M., mengungkapkan dirinya telah lima kali mendatangi pemerintah pusat dalam upaya memperjuangkan hadirnya Sekolah Rakyat di daerahnya.
Hal itu disampaikan Andi Asman saat memberikan sambutan pada kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bone, Jumat, 18 September 2026.
Kegiatan berlangsung di Aula Sekolah Rakyat, Jalan Veteran Selatan, Rompe, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone.
“Saya lima kali ke pusat, empat kali ketemu Pak Sekjen Robben Rico, satu kali ketemu dengan Menteri Gus Ipul,” ungkap Andi Asman dalam pidatonya.
Memperjuangkan Pendidikan yang Setara
Andi Asman mengatakan, perjuangan tersebut berangkat dari harapan agar masyarakat kurang mampu memperoleh layanan pendidikan yang sama dengan masyarakat lainnya.
Menurutnya, kondisi ekonomi keluarga tidak boleh menjadi penghalang bagi seorang anak untuk mendapatkan pendidikan.
“Harapanku supaya membantu kami untuk menyelesaikan seluruh masyarakat yang kurang mampu, bagaimana mendapatkan layanan pendidikan yang sama dengan yang lainnya,” katanya.
Ia menilai anak-anak dari keluarga kurang mampu juga memiliki kemampuan untuk berprestasi apabila mendapatkan kesempatan pendidikan yang baik.
Karena itu, keberadaan Sekolah Rakyat Bone diharapkan menjadi salah satu jalan untuk memberikan kesempatan tersebut.
Dalam pidatonya, Andi Asman menegaskan bahwa Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak yang memang berasal dari keluarga kurang mampu.
“Di sini industri amal. Di sini tempat tidurnya malaikat karena di sini tempatnya orang tidak mampu. Bukan tempat anak pejabat,” ujarnya.
Membayangkan Lahirnya Pemimpin Bone Masa Depan
Harapan Andi Asman terhadap siswa Sekolah Rakyat tidak berhenti pada kemampuan menyelesaikan pendidikan.
Ia membayangkan anak-anak yang kini menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat kelak dapat menjadi orang-orang yang berprestasi dan mengisi berbagai profesi.
“Setelah lulus kembali jadi Akpol, kembali menjadi Akmil, kembali menjadi dokter, insinyur, kembali jadi guru, menjadi hebat, IPDN. Mungkin saja di sini lahir juga Bupati Bone berikutnya,” katanya.
Menurutnya, anak-anak dari wilayah terpencil, terjauh, terluar maupun kawasan pesisir juga memiliki potensi besar jika diberikan kesempatan dan lingkungan pendidikan yang tepat.
Ia pun meminta orang tua mempercayakan proses pendidikan anak kepada Sekolah Rakyat.
“Percayakan kepada Sekolah Rakyat untuk mendidik, menjadikan terampil, berilmu,” ujarnya.
Sekolah Rakyat Tidak Hanya Mengejar Akademik
Andi Asman menekankan bahwa pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bone tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik.
Pembentukan akhlak, pendidikan agama dan pengembangan keterampilan juga menjadi bagian penting.
Para siswa diharapkan memiliki waktu untuk belajar agama, melaksanakan salat dan mengaji sehingga pendidikan yang diperoleh tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter.
Selain itu, ia berharap fasilitas olahraga yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan bakat siswa.
“Jangan sampai lahir pemain bola yang handal seperti Maradona. Lihat saja lapangannya cantik sekali,” katanya.
Anggaran Sekolah Rakyat Bone Rp230,95 Miliar
Besarnya dukungan terhadap program Sekolah Rakyat Bone juga tercermin dari nilai anggaran yang ditempatkan.
Andi Asman menyebut nilai anggaran untuk program tersebut mencapai Rp230.955.898.766, atau sekitar Rp230,96 miliar.
Ia menyebut dukungan tersebut berasal dari pemerintah pusat melalui Presiden Prabowo dan Menteri Sosial.
Menurutnya, besarnya anggaran tersebut harus diikuti dengan pengelolaan yang baik sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat penerima manfaat.
“Kita tidak ingin sia-sia,” tegasnya.
Andi Asman berharap kehadiran Sekolah Rakyat dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan anak-anak di Bone tidak kehilangan kesempatan mendapatkan pendidikan yang layak hanya karena kondisi ekonomi keluarga.
“Insyaallah Bone tidak ada alasan anak tidak sekolah. Semua harus mendapatkan pendidikan yang sama dan layak antara keluarga kurang mampu dan keluarga mampu,” katanya.
Data Calon Siswa Disiapkan Sejak Dini
Selain memastikan pelaksanaan pendidikan, Andi Asman juga mendorong adanya pendataan calon siswa Sekolah Rakyat secara lebih terencana
Ia meminta para camat bersama Dinas Sosial melakukan pemetaan calon siswa sejak dini. Menurutnya, pendataan tersebut penting agar pemerintah memiliki data calon siswa yang memenuhi kriteria ketika memasuki jenjang pendidikan berikutnya
Ia bahkan mendorong agar proses pendataan sudah dilakukan sejak anak berada di jenjang pendidikan awal.
“Mulai dari TK sudah ada data laporan pra-lulus, jadi tidak susah mencari casis SR,” ujarnya.
Dengan adanya data yang lebih awal, pemerintah diharapkan dapat melakukan pemetaan dan seleksi secara lebih terarah sehingga program Sekolah Rakyat benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.
Memastikan Program Sampai ke Penerima Manfaat
Andi Asman kemudian meminta Dinas Sosial Kabupaten Bone memastikan program Sekolah Rakyat benar-benar diterima oleh masyarakat yang menjadi sasaran.
Ia berharap program tersebut dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari keluarga kurang mampu.
“Kepada Kadis Sosial agar diseleksi supaya program harapan Prabowo tersampaikan di tangan masyarakat penerima manfaat Sekolah Rakyat,” katanya.
Bagi Bone, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat anak-anak belajar di ruang kelas. Program tersebut diharapkan menjadi ruang untuk membangun pengetahuan, keterampilan, akhlak dan kepercayaan diri anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Lima kali mendatangi pemerintah pusat yang diceritakan Andi Asman menjadi bagian dari perjalanan perjuangan pemerintah daerah mendorong hadirnya program tersebut di Bone.
Kini, harapan itu berada di tangan para siswa, orang tua, guru dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bone.
Dari ruang-ruang kelas inilah, masa depan anak-anak keluarga kurang mampu diharapkan mulai dibangun dengan pendidikan yang layak, keterampilan, akhlak dan kesempatan yang lebih luas untuk menentukan masa depan mereka.